Misteri Tongkat Bungkarno
Misteri Tongkat Bung Karno
memberitakan gaung peringatan lebih dari satu abad "Bung Karno" begitu semarak di negeri ini. Kegiatan yang dimulai menjelang kelahirannya tanggal 6 Juni 1901, selalu menggeliat di sejumlah tempat.
Bung Karno lahir di Lawang Seketeng, Surabaya, Jawa Tmur dari pasangan Raden Sukemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu dari Bali. Pada waktu itu agenda " Jumpa Bung Karno" di Gedung Pola, Jl. Proklamasi, Jakarta Pusat mendapat perhatian yg luar biasa dari masyarakat.
Ajang pamer benda-benda pusaka peninggalan Bung Karno yang berlangsung itu disesaki para pengunjung tak kurang dari 5.000 orang setiap hari. Pameran itu seakan menabalkan Bung Karno sebagai sosok yang tak lekang dimakan waktu, sampai-sampai piranti peninggalan Bung Karno dikeramatkan pengagum beratnya. Bahkan tak tahu juntrungannya, ujug-ujug seseorang bernama Rudi Fachrudi mengklaim sebagai ahli waris.
Kedatipun demikian banyak kalangan menyangsikan, bagaimana bisa tongkat keramat itu berpindah tangan. Apalagi yg disebut tongkat kramat Bung Karno, menurut Enong Ismai, anggota tim inventaris pameran dijelaskan hanya satu. Tongkat tersebut kini dipajang di lantai V Gedung Pola.
Sedangkan benda-benda lain yg disimpan di Istana Merdeka adalah tongkat biasa, pemberian pimpinan negara sahabat, ketika Bung Karno masih menjabat sebagai Presiden. Meski begitu, anehnya para pemegang tongkat komando Bung Karno, banyak bermunculan.
Mereka mengklaim sebagai pemilik tongkat yg asli, lengkap dengan cerita sejarah kedigjayaannya. Misalnya "Romo Yoso", tokoh kasus Brigade X Malang, Jawa Timur mengaku sebagai titisan Bung Karno yg punya koleksi barang kramat Bung Karno berupa tongkat dan garuda emas, pedang Kyai Sengkelat, Keris Nogosostro dan Setro Banyu.
Menurutnya barang-barang tersebut didapat dari hasil pertapaannya di goa-goa yg dianggap kramat dan dilakoninya selama 11 tahun lebih.
Sementara itu, Kanjeng Raden Haryo Tumenggung Hardjonagoro, ahli budaya senior Keraton Surakarta Hadiningrat yg dikenal dekat dengan Bung Karno sejak awal 1960-an, tongkat koleksi Bung Karno jumlahnya sekitar 11 buah. Bahan dasarnya, ada yg dari kayu cendana, gading, akar bahar dan dipadu dengan sungu. Hanya sayangnya Hardjonagoro tak bersedia merinci lebih detail soal tongkat asli milik Bung Karno.
Sedangkan Gusti Raden Ayu Koes Moertiyah, puteri raja Surakarta Sri Susuhunan Pakubuwono XII pun meragukan keaslian benda peninggalan Bung Karno yg beredar di masyarakat. Gusti Koes Moertiyah menduga, benda-benda pusaka milik Bung Karno hanya dijadikan komoditas bisnis.

0 Response to "Misteri Tongkat Bungkarno"
Post a Comment